Selasa, 19 Juni 2012

Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan.


BAB I
PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Politik sangat erat kaitannya dengan masalah kekuasaan, pengambilan keputusan, kebijakan publik dan alokasi atau distribusi. Pemikiran mengenai politik di dunia barat banyak dipengaruhi oleh Filsuf Yunani Kuno seperti Plato dan Aristoteles yang beranggapan bahwa politik sebagai suatu usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik. Usaha untuk mencapai masyarakat yang terbaik ini menyangkut bermacam macam kegiatan yang diantaranya terdiri dari proses penentuan tujuan dari sistem serta cara-cara melaksanakan tujuan itu.
Ilmu Politik merupakan salah satu bidang ilmu yang terus mengalami perkembangan, seiring dengan dinamika perkembangan masyarakat politik (polity) yang  menjadi kajiannya.

B.     Rumusan Masalah
  1. jelaskan pengertian Ilmu politik ?
  2. jelaskan Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan ?
C.    Tujuan
  1. Mengetahui pengertian ilmu politik.
  2. mengetahui Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan.



BAB II
PEMBAHASAN

A.     Pengertian Ilmu Politik
Kata Politik berasal dari kata “Policy” artinya Kebijakan/kebijaksanaan. Yaitu suatu cara strategis mengatur sedemikian rupa segala sesuatu untuk mencapai tujuan, kemasalahatan, dan kesejahteraan.
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.
B.     Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengatahuan dan Seni dalam pengambilan Keputusan.

Ilmu Politik Sebagai Ilmu Pengetahuan (Science).
Adakalanya dipersoalkan apakah ilmu politik merupakan suatu ilmu pengetahuan (science) atau tidak, dan disangsikan apakah ilmu politik memenuhi syarat sebagai ilmu pengetahuan. Soal ini menimbulkan pertanyaan: apakah yang dinamakan ilmu pengetahuan (science) itu? Karakteristik ilmu pengetahuan (science) ialah tantangan untuk menguji hipotesis melalui eksperimen yang dapat dilakukan dalam keadaan terkontrol (controlled circumstances) misalnya laboratorium. Berdasarkan eksperimen-eksperimen itu ilmu-ilmu eksakta dapat menemukan hukum-hukum yang dapat diuji kebenarannya.
Jika definisi ini dipakai sebagai patokan, maka ilmu politik serta ilmu-ilmu sosial lainnya belum memenuhi syarat, karena sampai sekarang belum ditemukan hukum-hukum ilmiah seperti itu. Mengapa demikian? Oleh karena yang diteliti adalah manusia dan manusia itu adalah makhluk yang kreatif, yang selalu didasarkan atas pertimbangan rasional dan logis, sehingga mempersukar usaha untuk mengadakan perhitungan serta proyeksi untuk masa depan. Dengan kata lain perilaku manusia tidak dapat diamati dalam keadaan terkontrol.
Konsep pengambilan keputusan. Menurut Joyce Mitchell dalam bukunya politikal analisis and public policy: ilmu politik adalah ilmu yang mempelajari tentang pengambilan keputusan kolektif atau pembuatan kebijaksanaan umum untuk masyarakat seluruhnya.
Pengambilan keputusan (decision-making)keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternatif pengambilankeputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai.
1.      Politik seni atau ilmu.

Seni (KBBI) adalah karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa.
Seni pada mulanya adalah suatu proses dari manusia, oleh karena itu seni merupakan persamaan dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).
Bisa disimpulkan bahwa politik bisa disebut sebagai seni. Politik menyediakan wadah untuk individu menyampaikan gagasan, pola pikir, dan lain-lain. Seni juga dapan sebagai media melanggengkan kekuasaan bagi penguasa. Dengan menyampaikan sebuah pemikiran dan kreativitas untuk mempengaruhi orang.

Ilmu pengetahuan adalah pengetahuan yang disusun dan diatur sekitar hukum-hukum umum yang telah dibuktikan kebenarannya secara empiris.
Ditinjau dari sisi ini, politik politik bukanlah sebuah ilmu. Politik tidak bisa dibuktikan secara empiris karena objek yang dikaji adalah manusia, dan manusia terus mengalami perubahan dan berkembang.
      Seiring berjalannya waktu perkembangan akan defenisi ilmu pengetahun terus berkembang. Tahun 1948 ilmu pengetahuan adalah keseluruhan dari pengetahuan yang koor dinasi mengenai poko-pokok pemikiran tertentu.
Ilmu pengetahuan juga bisa diartikan sebagai sebuah pemikiran-pemikiran buah hasil perkembang pola pikir manusia yang layak dikaji.
      Dengan demikian politik adalah seni dan juga sebagai ilmu pengetahuan. Politik sebagai seni karena politik menyediakan ruang untuk para politisi mengekspresikan gagasan mereka dibidang politik. Politik sebagai ilmu pengetahuan karena politik mengkaji bagaimana untuk mengelola suatu lembaga yang memikirkan keberlangsungannya.


2.      Proses Pengambilan Keputusan
Kegiatan pengambilan keputusan adalah kegiatan yang kompleks. Pengalaman banyak manajer yang berkecimpung dalam memecahkin masalah sehari-hari dan hasil-hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan pengambilan keputusan akan menjadi lebih efektif bila didekati dengan:
1. Pendekatan yang interdisipliner.
2. Proses yang sistematis.
3. Proses berdasarkan informasi.
4. Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpasian.
5. Diarahkan pada tindakan nyata.


1. Pendekatan yang Interdisipliner
Proses pengambilan keputusan tidak bisa dilihat sebagai suatu tindakan tunggal. tidak pula ia dapat dipanddng sebagai suatu tindakan yang seragam yang berlaku untuk semua keadaan, serta dapat digunakan oleh pengambil keputusan yang berbeda dengan tingkat efektivitas yang sama. Proses pengambilan keputusan terdiri dari berbagai ndakan dengan memanfaatkan berbagai ragam keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dari pengalaman dalam kehidupan berorganisasi.
Telah terlihat bahwa pengambilan keputusan, baik pada tingkat individu, tingkat kelompok, maupun tingkat organisasi, pada umumnya berarti secara sadar menjatuhkan pilihan atas berbagai alternatif tertentu setelah mengalami proses seleksi yang teliti. Proses pengambilan keputusan memerlukan penggunaan ide atau persepsi tentang yang baik dan yang tidak baik, yang benar dan yang ialah, yang layak dan yang tidak layak dilakukan serta yang harus dilakukan dan yang sebaiknya tidak dilakukan.
Artinya, proses pengambilan keputusan mau tidak mau harus memperhitungkan nilai-nilai organisasional dan nilai-nilai sosial. Bahkan nilai moral dan etika pun harus diperhitungkan. Di samping itu, karena dalam proses pengambilan keputusan manusia memainkan peranan yang paling menentukan, maka filsafat hidup, nilai-nilai yang dianut, latar belakang pendidikan, pengalaman, pandangan atau persepsi seseorang, turut pula berperan. Dengan segala faktor tersebut pun masih tetap tidak ada kepastian, bahwa keputusan yang diambil benar-benar akan mendatangkan hasil yang diharapkan. Itulah sebabnya kalau orang berbicara tentang proses pengambilan keputusan, ia selalu berbicara tentang probabilitas, baik yang menyangkut keberhasilan maupun ketidak berhasilan.
Di muka telah ditekankan bahwa proses pengambilan keputusan tidak terjadi dalam suasanavakum. Hal ini berarti bahwa faktor linglcungan pun harus diperhitungkan. Mem perhitungkan lingkungan berarti dua hal.
Pertama : lingkungan sebagai sumber data dan informasi yang sangat berguna sebagi masukan untuk dianalisis dan dikaji dalam usaha mencari dan menemukan berbagai alternatif yang mungkin ditempuh.
Kedua : lingkungan yang dalam berbagai bentuk, akan memberikan reaksi. baik yang positif maupun yang negatif terhadap keputusan yang diambil. Yang mempersulit usaha pengambilan keputusan ialah bahwa kondisi dan sifat lingkungan itu tidak selalu dapat diketahui dengan pasti, dan seorang pengambil keputusan tidak dapat berbuat banyak tentang kondisi lingkungan yang sering tidak dapat dipastikan itu. Melalui penciptaan berbagai model dan simulasi yang dapat dibuat perkiraan yang kurang lebih akurat tentang kondisi lingkungan yang mempengaruhi proses pengambilan yang akan terjadi. Tetapi berbagai model dan simulasi yang paling akurat sekalipun tidak sepenuhnya menggambarkan situasi. lingkungan dengan tepat.
Dengan memperhatikan hal-hal tersebut di atas dapat disimpulkan bahwa salah satu tugas penting seorang pengambil keputusan adalah mengintegrasikan berbagai aspek tersebut sedemikian rupa sehingga tercipta proses yang dapat berfungsi dengan baik. Pengintegrasian berbagai aspek tersebut mempermudah tugas pengambilan keputusan, khususnya dalam menjatuhkan pilihan atas-satu alternatif yang diperkirakan paling tepat di antara sekian banyak alternatif yang tersedia baginya. Kerangkat interdispliner dalam pengambilan keputusan :
·  Titik sentral adalah pengambilan keputusan (proses)
Sistem nilai dan etika = filsafat dan agama
·  Kemanfaatan dan probabailitas = ilmu ekonomi dan ilmu statistic.
·  Perilaku kelompok = sosiologi, psikologi, social.
·  Perilaku individu = psikologi dan etnologi.
Lingkungan : Hukum, antropologi, ilmu politik
·  Model dan simulasi = matematika dan informatika.
Karena masing-masing aspek ifu memiliki makna dan peran yang khas, maka memperhitungkannya pun tidak bisa lain pada harus diartikan bahwa pendekatan ilmiah yang tepat untuk mengambil keputusan adalah pendekatan yang menggunakan berbagai rumus, dalil dan asas-asas berbagai cabang ilmu pengetahuan.
Ada dua bentuk dari keputusan politik (kebijakan umum), yaitu kebijakan umum yang mampu menimbulkan perubahan yang mendasar yang menyeluruh disebut sebagai keputusan yang komprehensif. Dan kebijakan umum yang mampu menimbulkan perubahan pada permukaan dan pinggir-pinggir permasalahan saja disebut sebagai keputusan yang bersifat marginal atau yang bersifat darurat. Biasanya keputusan komprehensif itu kurang memperhatikan beberapa pihak, tetapi untuk jangka panjang akan menguntungkan semua pihak.
Dan cara untuk mengetahui siapa yang sesungguhnya berkuasa dalam pembuatan suatu keputusan politik. Ada tiga cara menurut Putnam, yaitu analisis posisi, analisis reputasi dan analisis keputusan. Analisis posisi merupakan proses dengan cara melihat kedudukan seseorang dalam suatu lembaga. Sementara analisis reputasi adalah proses dengan cara memperhatikan reputasi seseorang dalam lingkungan pemerintahan. Dan yang terakhir ialah analisis keputusan adalah cara untuk mengetahui elit politik dengan proses meneliti siapa yang ikut dalam proses pembuatan keputusan dalam beberapa kasus pengambilan keputusan yang dianggap cocok.
Dengan demikian kita sampai pada kesimpulan bahwa politik dalam suatu negara (state) berkaitan dengan masalah kekuasaan (power) pengambilan keputusan (decision making), kebijakan publik (public policy), dan alokasi atau distribusi (allocation or distribution).
Politik adalah perebutan kekuasaan, kedudukan, dan harta (Politics at its worst is a selfish grab for power, glory and riches).


BAB III
PENUTUP

A.     Kesimpulan
Ilmu politik adalah cabang ilmu sosial yang membahas teori dan praktik politik serta deskripsi dan analisis sistem politik dan perilaku politik. Ilmu ini berorientasi akademis, teori, dan riset.
Pengambilan keputusan (decision-making)keputusan (decision) adalah membuat pilihan di antara beberapa alternatif pengambilankeputusan (decision-making) menunjuk pada proses yang terjadi sampai keputusan itu dicapai.
Seni adalah karya yang diciptakan dengan keahlian yang luar biasa.
Kegiatan pengambilan keputusan adalah kegiatan yang kompleks. Pengalaman banyak manajer yang berkecimpung dalam memecahkin masalah sehari-hari dan hasil-hasil penelitian menunjukkan, bahwa kegiatan pengambilan keputusan akan menjadi lebih efektif bila didekati dengan : Pendekatan yang interdisipliner, Proses yang sistematis, Proses berdasarkan informasi, Memperhitungkan faktor-faktor ketidakpasian, dan Diarahkan pada tindakan nyata
B.     Kritik dan saran
Demikian yang dapat kami paparkan mengenai materi yang menjadi pokok bahasan dalam makalah ini, tentunya masih banyak kekurangan dan kelemahannya, kerena terbatasnya pengetahuan dan kurangnya rujukan atau referensi yang ada hubungannya dengan judul makalah ini.
Penulis banyak berharap para pembaca yang budiman dusi memberikan kritik dan saran yang membangun kepada penulis demi sempurnanya makalah ini dan penulisan makalah di kesempatan berikutnya.
Semoga makalah ini berguna bagi penulis pada khususnya juga para pembaca yang budiman pada umumnya.
DAFTAR PUSTAKA


Sumber:Budiharjo, Miriam. 2008. Dasar-dasar politik. Jakarta: Gramedia.
http://anthogoodwill-stia-watampone.blogspot.com/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar